BRI Melaporkan Laba Q1 yang Kuat, Menarik Rekomendasi ‘Beli’ dari Analis, Berita Bisnis

JAKARTA, Indonesia, 10 Mei 2024 /PRNewswire/ — PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBRI) membukukan laba sebesar Rp15,98 triliun pada kuartal I-2024, mendorong sebagian besar analis untuk mempertahankan rekomendasi ‘Beli’ pada saham BBRI.

Bank Rakyat Indonesia membukukan laba Rp 15,98 triliun pada kuartal I 2024, mendorong sebagian besar analis untuk mempertahankan rekomendasi
Bank Rakyat Indonesia membukukan laba Rp 15,98 triliun pada kuartal I 2024, mendorong sebagian besar analis untuk mempertahankan rekomendasi “beli” pada saham BBRI.

Menurut Bloomberg Technoz, berdasarkan konsensus Bloomberg, 33 analis atau 97,1% merekomendasikan untuk membeli BBRI. Konsensus juga menunjukkan target harga yang tinggi untuk saham BBRI dalam 12 bulan ke depan, dipatok pada Rp 6.653.

Analis Sucor Securities Edward Lowis melaporkan bahwa laba bersih dan pendapatan BBRI kuat, mendukung peningkatan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 16% karena pertumbuhan kredit yang kuat. Edward merekomendasikan saham BBRI sebagai Beli dengan target harga Rp 6.400, dengan menyatakan, “Target harga kami setara dengan 2,8x nilai buku pada tahun 2024, dengan asumsi pengembalian ekuitas 23% dan biaya ekuitas 12%.”

Analis Ciptadana Securities Erni Marsella Siahaan mencatat bahwa laba bersih kuartalan BBRI turun 1,4%, sedikit di bawah ekspektasinya tetapi sejalan dengan perkiraan konsensus sebesar 24% untuk setahun penuh. Kendati demikian, Erni merekomendasikan Beli dengan target harga diturunkan dari Rp 7.150 menjadi Rp 7.000 per saham.

Hingga akhir Maret 2024, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1.308,65 triliun, meningkat 10,89% year-over-year (YoY), dengan Rp 1.089,41 triliun (83,25%) dialokasikan untuk segmen UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Pertumbuhan penyaluran kredit secara double digit berdampak positif terhadap peningkatan aset perseroan, dengan aset BRI mencapai Rp 1.989,07 triliun atau tumbuh 9,11% YoY.

Secara spesifik, seluruh segmen kredit di BRI menunjukkan pertumbuhan YoY: segmen mikro sebesar 10,51% menjadi Rp 622,61 triliun, segmen konsumer sebesar 11,62% menjadi Rp 193,96 triliun, segmen kecil dan menengah sebesar 8,06% menjadi Rp 272,85 triliun, dan segmen korporasi sebesar 15,10% menjadi Rp 219,24 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama BRI, Sunarso, menyatakan optimisme bahwa BRI dapat mencapai pertumbuhan kredit dua digit, meningkat 10-12% YoY, meskipun suku bunga tinggi. Pada akhir Q1-2024, BRI mencatatkan LDR sebesar 83,28% dan mempertahankan CAR yang kuat sebesar 23,97%. “Saat ini kami tidak memiliki masalah likuiditas karena masih cukup. Kami akan terus menjaga likuiditas yang sehat ini dan mempertahankan pertumbuhan kredit double digit,” kata Sunarso.

Untuk informasi lebih lanjut tentang BRI, silakan kunjungi www.bri.co.id

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours