Pemungutan suara penting Anggaran 2021 Malaysia kemungkinan akan ditunda

KUALA LUMPUR – Pemungutan suara mengenai bajet Malaysia di Parlimen, yang dijadualkan pada Khamis (26 Nov), yang boleh menentukan nasib pentadbiran Muhyiddin Yassin akan ditunda ke minggu depan pada 1 Disember

.

Sumber-sumber resmi mengatakan kepada The Straits Times bahwa Parlemen tidak dapat mengambil keputusan tentang RUU pasokan, yang terbesar di Malaysia, karena sekitar setengah kementerian belum menanggapi masalah yang diangkat selama perdebatan di Majelis Rendah.

Proses ini berjalan di belakang jadwal sebagian besar karena fakta bahwa persidangan dipersingkat, berakhir pada jam 2 siang setiap hari, bukan di malam hari untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

“Ada 16 kementerian yang belum selesai. Kami harus memberikan waktu yang diperlukan,” kata seorang pejabat pemerintah yang menolak disebutkan namanya, karena masalah tersebut belum secara resmi diketahui oleh anggota parlemen.

Ada perdebatan sengit sejak Anggaran 2021 diajukan pada 6 November oleh pemerintah, yang hanya menikmati mayoritas tipis dari dua di Majelis Rendah yang beranggotakan 220 orang.

Anggota parlemen dari kedua sisi lantai telah mengancam untuk tidak mendukung RUU pasokan kecuali sejumlah amandemen dibuat, seperti moratorium pinjaman yang diperpanjang, peningkatan penarikan dari tabungan pensiun wajib dan pemberian uang tunai yang lebih besar.

Ini terlepas dari kenyataan bahwa Raja, Sultan Abdullah Ahmad Shah, telah berulang kali meminta para politisi untuk memastikan pengesahannya sehingga pertempuran melawan Covid-19 dan dampak ekonomi dari pandemi akan ditangani.

Secara signifikan, beberapa anggota parlemen dari UMNO, anggota terbesar Perikatan Nasional (PN) yang berkuasa, telah mengindikasikan keengganan mereka untuk mendukung anggaran Perdana Menteri Muhyiddin.

Ini termasuk mantan perdana menteri Najib Razak dan anggota parlemen terlama di negara itu Tengku Razaleigh Hamzah, yang merupakan kepala dewan penasihat partai.

Penundaan pemungutan suara dapat memberi pemerintah lebih banyak waktu untuk menyesuaikan alokasi dan bernegosiasi dengan para pembangkang.

Selanjutnya, satu anggota parlemen Umno, Datuk Seri Bung Moktar Radin, berada dalam karantina setelah bepergian ke Kuala Lumpur dari Sabah yang dilanda Covid-19, dan akan dapat menghadiri Parlemen hanya minggu depan.

Pada hari Selasa, oposisi mengeluh bahwa anggota parlemen pemerintah lain dari Sabah diizinkan untuk menghadiri Parlemen meskipun tidak menyelesaikan masa karantina 14 hari yang diamanatkan oleh otoritas kesehatan.

Jeffrey Kitingan menegaskan bahwa dia diberi dispensasi khusus oleh Kementerian Kesehatan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours